• RSS Info Sehat

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Perawatan Metode Kangguru untuk Bayi Berat Lahir Rendah

Oleh Sudikno

Perawat Bayi LekatDi negara berkembang, termasuk Indonesia, tingginya angka kesakitan dan kematian bayi berat lahir rendah (bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram) masih menjadi masalah utama. Penyebab utama kesakitan dan kematian bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah asfiksia, sindrom gangguan napas, infeksi, serta komplikasi hipotermia. Salah satu cara untuk mengurangi kesakitan dan kematian BBLR adalah dengan Perawatan Metode Kangguru (PMK) atau perawatan bayi lekat yang ditemukan sejak tahun 1983. PMK adalah perawatan bayi baru lahir dengan melekatkan bayi di dada ibu (kontak kulit bayi dan kulit ibu) sehingga suhu tubuh bayi tetap hangat. Perawatan metode ini sangat menguntungkan terutama untuk bayi berat lahir rendah. 

Syarat PMK adalah bayi berat lahir rendah yang stabil (sudah bernafas spontan dan tidak memiliki masalah kesehatan serius). Tanda-tanda bayi berat lahir rendah (BBLR) yang memerlukan PMK adalah:

  • Tubuh bayi dingin (suhu badan di bawah 36,5o Celcius).
  • Bayi menjadi gelisah, mudah terangsang, lesu dan tidak sadarkan diri, demam (suhu badan di atas 37,5o Celcius).
  • Bayi malas menyusu, tidak minum dengan baik, muntah-muntah.
  • Bayi kejang.
  • Mengalami kesulitan bernafas, yaitu napas cepat (lebih dari 60 kali per menit dan mengalami berhenti napas selama 20 detik).
  • Diare atau mencret.
  • Kulit tampak kuning atau biru, terutama pada mulut/ bibir bayi.
  • Menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan.

Keuntungan dan manfaat PMK adalah: suhu tubuh bayi tetap normal, mempercepat pengeluaran air susu ibu (ASI) dan meningkatkan keberhasilan menyusui, perlindungan bayi dari infeksi, berat badan bayi cepat naik, stimulasi dini, kasih sayang, mengurangi biaya rumah sakit karena waktu perawatan yang pendek, tidak memerlukan inkubator dan efisiensi tenaga kesehatan. 

Perawatan Metode Kanguru dibagi menjadi dua:

  • PMK intermiten, yaitu PMK dengan jangka waktu yang pendek (perlekatan lebih dari satu jam per hari) dilakukan saat ibu berkunjung. PMK ini diperuntukkan bagi bayi dalam proses penyembuhan yang masih memerlukan pengobatan medis (infus, oksigen). Tujuan PMK intermiten adalah untuk perlindungan bayi dari infeksi.
  • PMK kontinu, yaitu PMK dengan jangka waktu yang lebih lama daripada PMK intermiten. Pada metode ini perawatan bayi dilakukan selama 24 jam sehari.

 Tahap-tahap PMK:

  • Cuci tangan, keringkan dan gunakan gel hand rub.
  • Ukur suhu bayi dengan dengan termometer.
  • Pakaikan baju kanguru pada ibu.
  • Bayi dimasukkan dalam posisi kanguru, menggunakan topi, popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu.
  • Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepal agak sedikit mendongak.
  • Dapat pula ibu memakai baju dengan ukuran besar, dan bayi diletakkan di antara payudara ibu, baju ditangkupkan, kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak jatuh.
  • Setelah posisi bayi baik, baju kanguru diikat untuk menyangga bayi. Selanjutnya ibu bayi dapat beraktifitas seperti biasa sambil membawa bayinya dalam posisi tegak lurus di dada ibu (skin to skin contact) seperti kanguru.

Jika anda lelah, dapat digantikan oleh orang lain (suami, pengasuh, dll), asal terlebih dulu diajari posisinya seperti langkah di atas.

3 Responses

  1. minta info untuk beli pakaian untuk metode kangguru tsb
    terimakasih.

    • Mas Didit, sebetulnya utk pakaian tidak perlu beli yang khusus. Cukup dengan selembar kain yang panjangnya sekitar 2 meter. Cara penggunaannya bisa lihat di video yg ada pada artikel “perawatan bayi yang cost effective”.
      Untuk info lebih lanjut tentang PMK bisa hubungi
      Klinik Perinatologi RSCM, telp. (021)3146811.
      Terima kasih.

  2. aslmkm mas sudikno,
    mas mau nanya pendapat mas ni, ana sekarang lagi nyusun proposal buat skripsi tetntang PMK ni mas, tapi sasaranya pada bayi yang beresiko hipotermi di RS. M.Djamil Padang, mas berapa durasi waktu yang pas agar adaptasi suhu nya mencapai normal mas. mohon banytuanya ya mas

    terimakasih

    wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: