• RSS Info Sehat

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Perawatan bayi yang “cost-effective”

kangarooOleh Widya Utami

Masih ingatkah  kita  peristiwa ”bayi inkubator” dengan berat  lahir 700 gr, panjang 36 cm, paru-paru belum sempurna, prematur 7 bulan,  putra  Mukrim, office boy kantor sebuah LSM lingkungan di Jakarta? Bayi yang lahir  pada  22 September 2008 di Rumah Sakit Zahirah – Jagakarsa ini,  menjalani perawatan selama 2 minggu, dan ditempatkan di inkubator, yang satu harinya membutuhkan biaya operasional 1 juta. Oleh karena biaya operasional yang tinggi itulah bayi dibawa ke rumah  dan oleh Mukrim ditempatkan di inkubator buatannya sendiri. Sayang sekali,  akhirnya bayi tersebut meninggal.

Atau success story dari seorang ibu dari Rangkasbitung, Banten yang melahirkan bayi di RSCM, dengan berat badan bayi 900 gr, dengan perawatan metode Kanguru secara pasti berat badan bayi naik menjadi 1600 gram dalam waktu tidak terlalu lama. Ataupun  yang terjadi di Deli Serdang Ny S (24 th, SMU), anak yang dilahirkan lewat persalinan bidan di kampung dan dirujuk karena mengalami pendarahan dan harus operasi,  BB 1300 gram, PB 50cm, dan dengan KMC setelah 2 bulan beratnya 2500 gram.

Cuplikan berita di atas menyiratkan dua sisi yang saling berlawanan, yang pertama bagaimana usaha seorang bapak berjuang agar bayi prematurnya tetap hidup  karena  mahalnya biaya perawatan bayi di inkubator dan yang kedua cerita sukses bayi  premature dengan perawatan Kangaroo Mother Care.

Bagaimana Bayi Bisa Dikategorikan Prematur?

 Menurut laporan WHO, angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate, IMR) pada tahun 2003 masih 30 per kelahiran, sedangkan angka kematian bayi baru lahir (neonatal mortality rate) adalah 18 per 1000 kelahiran, sekitar 40 – 60% disebabkan lahir prematur. Data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 20 proporsi  BBLR 12 bulan terakhir menurut Provinsi tahun 2007 sebesar (11,5%).

Masa kritis bayi prematur

Dr. dr Effek Alamsyah, SpA, MPH, Ketua PP Perinatologi Indonesia,menjelaskan bahwa bayi prematur adalah bayi pada saat dilahirkan organnya belum matang, biasanya karena dilahirkan dengan umur kehamilan kurang dari 37 minggu. Bayi-bayi ini dinamakan bayi prematur. Biasanya berat badan lahirnya kurang dari 2500 gram. Dengan adanya masalah pada bayi prematur dan BBLR tersebut, penanganan yang tidak adekuat akan menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Sesuai dengan berat badannya pada saat dilahirkan, bayi prematur dikelompokkan menjadi 3 golongan. Pertama, Bayi Berat Lahir Rendah, jika berat badan bayi lahir lebih dari 1500 gram sampai 2500 gram. Kedua, bayi lahir antara 1000 gram sampai 1500 gram. Kategori ketiga adalah Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah, yaitu bayi yang saat dilahirkan berat badannya kurang dari 1000 gram

Kangaroo Mother Care

Istilah Kangaroo Mother Care (KMC), merupakan istilah yang umum dipakai di tingkat Internasional, identik juga dengan Skin-to-skin Contact (STC). Di Indonesia lebih banyak dikenal dengan nama Perawatan Metode Kanguru  (PMK) atau cukup menyebut Perawatan Bayi Lekat (PBL). Menurut Prof Dr.dr.Hadi Pratomo, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, UI ada beberapa istilah Lokal KMC di Indonesia misalnya Bedako di (OKU, Sumsel), Kadu dan  Makaleppe di Maros, Sulsel, Perawatan Bayi Tegak,  Perawatan Bayi Tempel, Kekepan di Garut, Perawatan Bayi Lekat di Yogya, Metoda Kussu di Kuskus, Maluku Tengah. 

Meski namanya kanguru, metode ini bukan berasal dari Australia, metode ini meniru perilaku binatang asal Australia yang menyimpan anaknya di kantung perutnya, sehingga diperoleh suhu optimal bagi kehidupan bayi. Metode ini asalnya bukan dari Australia melainkan dikembangkan di Kolombia. Metode yang pertama kali dilakukan oleh Doctors Rey dan Martinez di Bogota, Colombia pada tahun 1979 ini awalnya dicetuskan karena begitu banyaknya bayi berat lahir rendah, keterbatasan tenaga dan fasilitas kesehatan, serta tingginya angka mortalitas di rumah sakit karena infeksi. Menurut Ludington Hoe, J.Obset Gynecol Neonatal Nurs KMC merupakan Lingkungan yang baik untuk bayi premature segera setelah lahir, karena manfaat di atas.

Cara melakukan KMC

“Perawatan bayi seperti bayi kanguru di dalam kantong ibunya”

Sebelum melakukan perawatan ini hendaklah ibu/anggota keluarga lain mencuci tangan, bila masih di rumah sakit biasanya perawat akan mengukur suhu bayi dengan termometer. Bayi dalam keadaan telanjang (hanya memakai popok dan topi) diletakkan secara vertikal di dada di antara kedua payudara ibunya (ibu telanjang dada) kemudian diselimuti. Apabila memakai baju Kanguru/sesuai kondisi daerah,misal selendang, sarung, bayi dalam keadaan telanjang diletakkan di antara payudara ibu dan ditutupi baju ibu yang berfungsi sebagai kantung kanguru. Posisi bayi tegak ketika ibu berdiri atau duduk, dan tengkurap atau miring ketika ibu berbaring. Hal ini dilakukan sepanjang hari oleh ibu atau pengganti ibu (ayah atau anggota keluarga lain). Setelah posisi bayi baik, baju kanguru diikat untuk menyangga bayi. Selanjutnya ibu dapat beraktivitas seperti biasa sambil membawa bayinya dalam posisi tegak lurus di dada ibu (skin to skin contact) seperti kanguru.

 

Apabila KMC dilakukan di rumah sakit, ada waktu-waktu tertentu untuk dapat melakukan KMC ini. KMC intermitten dilakukan dengan jangka waktu yang pendek (perlekatan > 1 jam perhari)  dilakukan saat ibu berkunjung. Selain itu juga apabila bayi dalam proses penyembuhan yang masih memerlukan pengobatan medis dan perlindungan dari infeksi. Di waktu ini, bayi yang BBLR tetap diletakkan di inkubator, air susu ibu masih tetap dapat diberikan, dan ibu bisa pulang. KMC kontinyu  dimana perawatan metode ini dilakukan selama 24 jam sehari. Kondisi disini apabila ibu tinggal di rumah sakit sehingga di KMC kontinyu ini bayi biasanya dapat cepat pulang, karena kenaikan berat bayi lebih cepat. Menurut dr.Rosi dari bag.Perinatal RSCM, lama perawatan di rumah sakit biasanya bervariasi rata-rata antara 1 minggu – 1 bulan. Setelah ada kenaikan berat badan bayi (berat badan bayi tidak harus di atas 2500 gram) dan ibu sudah percaya diri untuk dapat melakukannya di rumah, ibu dapat pulang ke rumah.

KMC Mudah dan Cost Effective

Beberapa penelitian menyebutkan metode ini memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh bayi dan ibu :

  • Untuk stabilisasi Berat Bayi Lahir  terutama BBLR
  • Menjaga kehangatan, agar suhu tubuh bayi tetap normal.  Suhu optimal didapat lewat kontak langsung kulit ibu dengan kulit bayi (skin to skin contact). Suhu ibu merupakan sumber panas yang efisien dan murah.
  • Mempercepat pengeluaran ASI dan meningkatkan keberhasilan menyusui
  • Ikatan batin ibu-anak lebih dekat, emosi dan psikologi, mengurangi stress ibu Kontak erat dan interaksi ibu-bayi akan membuat bayi merasa nyaman dan aman, serta meningkatkan perkembangan psikomotor bayi sebagai reaksi rangsangan sensoris dari ibu ke bayi.
  • Perlindungan dari infeksi
  • Metode bisa dilakukan oleh anggota keluarga lain, termasuk bapak

Dan manfaat tidak langsungnya dapat mengurangi biaya rumah sakit karena waktu perawatan yang pendek, tidak memerlukan inkubator dan efisiensi tenaga medis yang ada (cost effective). Selain itu, penggunaan inkubator dinilai menghambat kontak dini ibu-bayi dan pemberian air susu ibu (ASI), serta berakibat ibu kurang percaya diri dan tidak terampil merawat bayi BBLR

Pengganti Inkubator yang Murah

Jika bayi lahir prematur, kemungkinan besar dia harus dimasukkan dalam inkubator yang  mempunyai kontrol suhu, sehingga bayi tetap berada pada suhu yang sesuai seperti saat bayi berada dalam kandungan. Hal ini menyebabkan ia harus tinggal di rumah sakit sampai cukup kuat dan siap untuk dibawa pulang. Inkubator bayi berfungsi menjaga suhu bayi supaya tetap stabil.  Faktor  –faktor yang perlu diperhatikan pada inkubator adalah suhu inkubator dan suhu bayi. Inkubator dan perlengkapannya pada Neonatal Intensive Care Unit merupakan salah satu perawatan BBLR yang bisa menurunkan kematian neonatal. Namun, teknologi ini relatif mahal. Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dihadapkan pada masalah kekurangan tenaga terampil, biaya pemeliharaan alat, serta logistik. Penggunaan inkubator juga menimbulkan resiko yang tidak ringan, seperti kasus  Seorang bayi laki-laki, Usamah Rahmadani Rustam (3 bulan), di dalam perawatan  di ruang inkubator di RS PKU Muhammadiyah mengalami luka bakar di tangannya dan luka di kepalanya. Walaupun ada modifikasi bentuk inkubator (seperti yang dikembangkan Di RS.panti Rapih, Yogya ”Inkubator Modifikasi Manual-Otomatis”) yang disinyalir dapat meminimalkan kecelakaan akibat inkubator, masyarakat masih berpikir dua kali lagi untuk menggunakan inkubator.

Alasan-alasan di atas yang menggerakkan bagian Perinatologi RSCM untuk mengembangkan KMC di Rumah Sakit tersebut. Metode ini mulai diintesifkan sejak tahun 2008. Suhu tubuh ibu dan suami/anggota keluarga lainnya dapat menggantikan fungsi inkubator yang tentunya lebih murah.

Menjalin Ikatan Batin Ibu dan bayi

Metode ini tentunya akan lebih mendekatkan ikatan batin ibu dan si bayi, karena apabila bayi berada di inkubator, tentunya hubungan bayi dan ibu akan ”terbatas”.  Dengan metode KMC ini akan diketahui  pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti skin to skin contact. Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim. Bayi dapat merasakan sentuhan lembut ibu, ungkapan rasa sayang dan perhatian seorang ibu. Bayi prematur yang mendapat banyak sentuhan ibu, menurut penelitian, menunjukkan kenaikan berat badan yang cepat dari pada jika si bayi jarang disentuh.  Manfaat lain yang berhubungan dengan ikatan ini, dengan metode KMC bayi juga terpicu untuk mencari Air Susu Ibu. Inisiasi Menyusui Dini juga akan cepat tercapai dalam tahap KMC ini, sehingga apabila ASI sudah keluar manfaat  ekonomis juga akan dirasakan. Ibu selain mudah, praktis dan murah dapat meyusui bayinya,   tidak perlu juga membeli susu formula yang harganya cukup mahal.

Setelah kita kupas KMC dan manfaatnya yang begitu mudah dan murah, kenapa kita tidak mencoba  melakukannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: